SADALI
Ketika Cinta Tak Pernah Benar-Benar Selesai
Suara Film Indonesia |Jakarta, 30 Januari 2026 -Film drama romantis terbaru "Sadali" siap menyapa penonton
Indonesia. Menjelang penayangan nasionalnya, film ini menggelar Pemutaran Perdana
di Cinema XXI Epicentrum sebagai penanda peluncuran resmi, sebelum tayang serentak
di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.
Sadali melanjutkan kisah yang telah menyentuh banyak penonton melalui film
sebelumnya, Hidup Ini Telalu Banyak Kamu. Film ini kembali membawa penonton
menyelami konflik perasaan yang belum usai dalam hubungan cinta segitiga antara
Sadali, Meira, dan Arnaza. Sadali masih mengejar dan menyimpan harapan untuk
kembali bersama Meira, sementara Arnaza pun belum mampu melepaskan cintanya
kepada Sadali. Di tengah tarik-ulur perasaan tersebut, ketiganya dihadapkan pada
pertanyaan besar: apakah mereka akan menemukan cinta masing-masing, atau justru
terjebak dalam kisah yang tak pernah selesai?
Film ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi, antara lain Adinia Wirasti,
Ajil Ditto, Hanggini, Ciara Nadine, Faiz Fishal, dan Deasy Natalia. Masing-masing
menghadirkan performa yang emosional dan autentik, memperkuat dinamika karakter
serta konflik batin yang menjadi jantung cerita film ini.
Disutradarai oleh Kuntz Agus, Sadali dikemas dengan pendekatan penceritaan yang
intim dan sinematografi yang puitis. Film ini menyoroti sisi rapuh seorang pria ketika
kehilangan sosok perempuarn yang dicintainya, sekaligus menggambarkan bagaimana
cinta dapat menjadi sumber harapan sekaligus luka. Kekuatan cerita juga diperkuat oleh
gaya khas penulis Pidie Baiq, yang kembali menghadirkan dialog-dialog penuh rasa dan
"gombalan" sederthana namun membekas di hati penonton.
"Sadali adalah film tentang perasaan yang sering kita pendam--tentang cinta yang tidak
selesai, pilihan yang tertunda, dan keberanian untuk menerima kenyataan," ujar KuntzAgus, sutradara Sadali. "Saya ingin menghadirkan cerita yang terasa dekat dengan
penonton, personal, dan jujur secara emosi."
Sementara itu, Raam Punjabi selaku produser menyampaikan bahwa Sadali hadir
sebagai kelanjutan yang matang dari kisah sebelumnya. "Melalui Sadali, kami ingin
melanjutkan cerita yang sudah memiliki tempat di hati penonton dengan pendekatan yang
lebih emosional dan relevan. Film ini kami harapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga
mengajak penonton merenungkan makna cinta, kehilangan, dan keikhlasan," ungkapnya.
Pemutaran perdana film Sadali ini menjadi momen spesial bagi para pemain, kru, sineas,
serta rekan media untuk menyaksikan film ini untuk pertama kalinya di layar lebar. Acara
ini juga menjadi selebrasi atas proses kreatif panjang dan kolaborasi di balik layar yang
melahirkan kisah penuh emosi ini.
"Akhirnya film Sadali tayang juga. Aku sudah lama menunggu film ini. Walaupun aku tahu
garis besar ceritanya, aku tetap penasaran dengan hasil akhirnyaterutama bagaimana
editing dan ending-nya," ujar Ajil Ditto, pemeran utama dalam film ini.
Melalui Sadali, para pembuat film berharap dapat menghadirkan sebuah karya yang tidak
hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman emosional yang membekas dan
membuka ruang refleksi bagi penonton tentang cinta, pilihan, dan keberanian untuk
merelakan.
Film "Sadali" dapat disaksikan mulai 5 Februari 2026 di bioskop seluruh Indonesia.
(Yohanes Chandra Wijaya Kusuma)
Komentar
Posting Komentar