FESTIVAL TEATER INDONESIA 2025
Jakarta, - Desember 16, 2025
CATATAN KURATORIAL
Festival Teater indonesia (FT) 2025 hadir dengan
mengusung tema Sirkulasi lusi sebagai medan refleksi
sekaligus penjelajahan bagi perkembangan teater
dindonesia Mata anginnya terdiri dari empat pilar.
Pertama. eksplorasi mendalam atas pemikiran realisme
sebagai salah satu akar teater di Indonesia. Kedua.
praktik adaptasi yang transformatif dari karya prosa
yang melintasi isu budaya dan media. Ketiga. mendorong
interaksi kepenontonan yang mampu merefleksikan
narasi pertunjukan yang relevan dengan konteks sosial
dan politik kontemporer. Keempat, membangun ruang
kolaborasi untuk ekosistem teater yang lebih sehat.
inklusif, dan berkelanjutan.
Kurator bertindak sebagai perangkai gagasan serta
memastikan bahwa narasi keseluruhan festival
mencerminkan kondisi teater lndonesia yang dinamis.
Dengan demikian, FTI 2025 bukan hanya ajang presentasi
karya, tetapi juga medan pemikiran yang memperlihatkan
bagaimana seniman teater lndonesia merumuskan
strategi penciptaan, membaca realitas sosial dan
membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru bagi
masa depan teater Indonesia.
Dari panggilan terbuka dipilih 16 kelompok/individu
dengan
dilakukan
seniman teater. Pemilihan
mempertimbangkan rekam jejak. keberagaman gender
dan wilayah, serta konsep artistik yang membentangkan
spektrum luas dan keselarasannya dengan keempat
pilar kuratorial. Selain itu, empat kelompok undangan
dipilih dengan mengindahkan rekam jejak. daya tahan
dan konsistensi berkarya, dedikasi dan kontribusi, serta
capaian yang menjadi penanda penting bagi peta teater
Mutakhir kehadiran keempat kelompok teater undangan
bukan untuk menciptakan hierarki, melainkan untuk
menghadirkan kontras yang memperkaya, membuka ruang dialog antara praktik
yang mapan dan keberanian
eksperimental para peserta dari panggilan terbuka
Pemilihan kelompok/individu seniman, baik melalui
panggilan terbuka maupun kanal undangan, bukan
sekadar untuk menentukan siapa yang layak tampil dan
Siapa yang tidak, melainkan strategi untuk menghadirkan
peta praktik teater Indonesia secara lebih utuh. Dua
kanal ini memungkinkan festival memetakan dinamika
artistik masa kini sekaligus menegaskan arah estetik
yang ingin dicapai. Pertunjukan kelompok dan seniman
terpilih dibayangkan dapat memantik percakapan
dan pertanyaan perihal semesta sosial yang sedang
dicerminkan sekaligus direkonstruksi.
Program sayap menjadi bagian penting FTI 2025.
Dengan beralas pada pembacaan urgensi isu di wilayah
penyelenggaraan. serta pemetaan tantangan dan
peluang yang dihadapi, sejumlah lokakarya. diskusi,
pameran, dan penerbitan buku digagas. Dalam program
sayap diharapkan terjadi persilangan dan distribusi
pengetahuan yang dapat memperkaya kapasitas
seniman, penonton, masyarakat. dan pemerintah, serta
mengadvokasi posisi dan jejaring teater antarwilayah. FTI
2025 bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan
iuga laboratorium ide, inklusivitas ruang, dan pergeseran
paradigma produksi artistik untuk menciptakan
ekosistem teater yang hidup dan bekembang
Team Kurator :
Happy Salma
Arifin Baderan
Fedli Aziz
Ibed S.Yuga
Nurul Inayah
Shinta Febriany
Syamsul Fajri
Tya Setyawati
Yustiansyah Lesmana
Source @YohanesChandraWijayaKusuma
Komentar
Posting Komentar